Klasifikasi ilmiah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Klasifikasi ilmiah menunjuk ke bagaimana ahli biologi mengelompokkan dan mengkategorikan spesies dari organisme yang punah maupun yang hidup. Klasifikasi modern berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut sifat fisik yang dimiliki bersama. Pengelompokan ini sudah direvisi sejak Linnaeus untuk menjaga konsistensi dengan asas sifat umum yang diturunkan dari Darwin.
Untuk mengenali dan mempelajari makhluk hidup secara keseluruhan tidak mudah sehingga dibuat klasifikasi (pengelompokan) makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan atau unit tertentu.
Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah untuk mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Klasifikasi makhluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup, misalnya bentuk tubuh atau fungsi alat tubuhnya. Makhluk hidup yang memliliki ciri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan. Contoh klasifikasi makhluk hidup adalah :
- Berdasarkan ukuran tubuhnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak.
- Berdasarkan lingkungan tempat hidupnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
- Berdasarkan manfaatnya. Contoh: Tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan dan sebagainya
- Berdasarkan jenis makanannya. Contoh: Hewan dikelompokkan menjadi hewan pemakan daging (karnivora), hewan pemakan tumbuhan (herbivora), dan hewan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).
Cara pengelompokan makhluk hidup seperti ini dianggap kurang sesuai yang disebabkan karena dalam pengelompokan makhluk hidup dengan cara demikian dibuat berdasarkan keinginan orang yang mengelompokkannya.
Daftar isi[sembunyikan] |
[sunting] Sistem Klasifikasi Empat Kingdom
Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan :
- Kenyataan bahwa kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
- Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.
Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan).
Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik, sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik
Pada tahun 1969 Robert H. Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup.
Penjelasan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Empat Kingdom:
[sunting] Kingdom Monera
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Monera memiliki sel prokariotik. Kelompok ini terdiri dari Eubacteria (selama ini kita mengenalnya sebagai bakteri) dan Archaebacteria (bakteri yang hidup pada habitat ekstrim)
[sunting] Kingdom Protista
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista rnemiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan Protista menyerupai jamur.
[sunting] Kingdom Fungi (jamur)
Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycota).beberapa kelompok kelas antara lain: a. kelas Myxomycetes (jamur lendes) contoh nya physarum policephalius b. kelas Phycomycetes (jamur ganggang) contoh nya jamur tempe (Rhizopusorizae), mucor muedi
[sunting] Kingdom Plantae (tumbuhan)
Tumbuhan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini terdiri dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan tumbuhan berbiji tertutup.
[sunting] Kingdom Animalia (hewan)
Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel .yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).
Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologis bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria.
[sunting] Kingdom Protista
Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Protista rnemiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai hewan (Protozoa) dan Protista menyerupai tumbuhan (ganggang), dan Protista menyerupai jamur.
[sunting] Kingdom Fungi (jamur)
Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit. Kelompok ini terdiri dari semua jamur, kecuali jamur lendir (Myxomycota) dan jamur air (Oomycpta).
[sunting] Kingdom Plantae (tumbuhan)
Tumbuhan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya terdiri dari banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Tumbuhan memiliki kloroplas sehingga dapat membuat makanannya sendiri (bersifat autotrof). Kelompok ini terdiri dari tumbuhan lumut, tumbuhan paku, tumbuhan berbiji terbuka, dan tumbuhan berbiji tertutup.
[sunting] Kingdom Animalia (hewan)
Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel .yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof. Kelompok ini terdiri dari semua hewan, yaitu hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) dan hewan bertulang belakang (vertebrata).
Pada tahun 1970-an seorang mikrobiologis bernama Carl Woese dan peneliti lain dari university of Illinois menemukan suatu kelompok bakteri yang memiliki ciri unik dan berbeda dari anggota kingdom Monera lainnya. Kelompok tersebut dinamakan Archaebacteria. Archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot dibandingkan bakteri lain yang merupakan prokraiot. Hal itu menyebabkan terciptanya sistem klasifikasi 6 kingdom pemisah kingdom Archaebacteria dari anggota kingdom Monera lain yang kemudaian disebut Eubacteria.
Klasifikasi Empat Kingdom ini ditemukan oleh Whittaker.
Plantae
[Home] [Monera] [Protista] [Fungi] [Plantae] [Animalia] [References] [Feedback]
Kindom Plantae terbagi menjadi dua grup besar yaitu: Thallophyta (tumbuhan tidak berpembuluh) dan Tracheophyta (tumbuhan berpembuluh).
PLANTAE
TALLOPHYTA
Tumbuhan tidak berpembuluh meliputi: lumut dan ganggang. Untuk penjelasan ganggang, lihat kingdom Protista.
BRYOPHYTA (lumut)
Lumut adalah tumbuhan autotrof. Ia memiliki klorofil dan bisa melakukan fotosintesis. Oleh sebab itu, warna lumut
hijau. Lumut tumbuh di tempat yang lembap. Lumut berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Hal itu terjadi
secara bergantian. Peristiwa ini disebut metagenesis. Lumut dibagi menjadi dua kelas yaitu: hepaticeae dan musci.
HEPATICEAE (lumut hati)
Contoh: Marchantia.
MUSCI (lumut sejati)
Contoh: Spaghnum.
TRACHEOPHYTA
Tumbuhan berpembuluh dapat dibagi menjadi dua kelas. Yaitu: Pterydophyta dan Spermatophyta.
PTERYDOPHYTA (tumbuhan paku)
Tumbuhan paku memiliki akar, batang dan daun yang telah sempurna, tetapi tidak memiliki bunga. Tumbuhan ini
berkembang biak dengan spora (vegetatif) dan generatif sama seperti lumut. Akar tumbuhan paku adalah serabut.
Tumbuhan paku digolongkan menjadi empat kelas yaitu: Psilophytinae, Lycopodinae, Equisetinae, Filicinae.
PSILOPHYTINAE (paku purba)
Contoh: Psilotum.
EQUISETINAE (paku ekor kuda)
Contoh: Equisetum.
FILICINAE (paku sejati)
Contoh: paku tanduk rusa.
LYCOPODINAE (paku kawat)
Contoh: Lycopodium.
SPERMATOPHYTA
Spermatophyta terbagi menjadi dua kelas: Gymnospermae dan Angiospermae.
GYMNOSPERMAE (tumbuhan berbiji terbuka)
Alat perkembangbiakkan Gymnospermae disebut strobilus. Maksudnya berbiji terbuka adalah buah tumbuhan
ini tidak terbungkus daging buah. Contoh: melinjo, pakis haji, dan konifer.
ANGIOSPERMAE (tumbuhan berbiji tertutup)
Buah Angiospermae tertutup atau terbungkus oleh daging buah. Angiospermae terbagi atas dua sub-kelas
yaitu: Monocotyledonae dan Dicotyldonae.
MONOCOTYLDONAE (tumbuhan berkeping satu)
meliputi: suku rumput-rumputan, suku anggrek-anggrekan, suku jahe-jahean, dan suku pisang-pisangan.
DICOTYLDONAE (tumbuhan berkeping dua)
meliputi: suku terong-terongan, suku jahe-jahean, suku jambu-jambuan, suku kacang-kacangan, suku
komposit, suku pete-petean, suku johar-joharan dan suku kapas-kapasan.
PERBEDAAN ANTARA TUMBUHAN MONOKOTIL DAN DIKOTIL
| No. | Monokotil | Dikotil |
| 1. | Bijinya berkeping satu. | Bijinya berkeping dua. |
| 2. | Letak pembuluh angkut tersebar. | Letak pembuluh angkut teratur. |
| 3. | Batang tidak bercabang-cabang, lurus. | Batang bercabang-cabang. |
| 4. | Tidak memiliki kambium. | Memiliki kambium. |
| 5. | Bagian-bagian bunga berjumlah 2,4, 5 atau kelipatannya. | Bagian-bagian bunga berumlah 3 atau kelipatannya. |
| 6. | Akar serabut | Akar tunggang. |
| 7. | Mengalami pertumbuhan primer saja. | Mengalami pertumbuhan primer dan sekunder. |
| 8. | Tulang daun sejajar, melengkung. | Tulang daun menjari, menyirip |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar